Laman

Tampilkan postingan dengan label learn of live. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label learn of live. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Desember 2015

Film inspiratif

Sore ini, iseng buka-buka youtube. Ga sengaja liat film inspiratif dari Daqu movie, isinya tentang hari ibu. Ada 4 lelaki sebut saja ikhwan, yang sedang membicarakan tentang hari ibu dan rencana masing2 untuk merayakannya. Namun ada 1 ikhwan yg diam saja tanpa yg lain sadari. Ternyata, ibu dari ikhwan tersebut sudah meninggal.
Sedih sekali melihatnya, baru kemarin malam menatap mama nganterin aq berangkat ke jakarta di terminal bis. Bercanda melihat tawanya. Tapi melihat film ini, rasanya aq ingin kembali berlari pulang untuk mencium dan memeluknya. Bidadari sekaligus malaikatku di dunia. Mama.
Di film ini dikatakan, cinta mama yg tak tertandingi. Ya benar, cinta mama tak tertandingi, senakal apapun kita.
Aku jadi malu ketika ingat bahwa aku menangisi orang lain dengan alasan cinta, yang bahkan cintanya ga sebanding dengan cinta mama. Aku jadi malu ketika aku berniat bantuin mama tapi ujungnya ngrepotin mama lagi ..
Kembali aku menangis, mengingat uban mama terus bertambah dan aku belum benar-benar bisa membantunya, meringankan bebannya. Semoga, semoga Alloh memberikan kesempatan untukku membahagiakan mama, bergantian membiarkan mama menyerahkan bebannya padaku ..
Tulisan ini semiga menjadi pengingatku, agar aku tak lagi egois menangisi cinta semu, di saat ada lautan cinta yang tak tertandingi terus mengalirkan cintanya untukku ..
Recomended banget nonton ini, ini url youtubenya https://youtu.be/5WkqwQ4YbXY , jangan bilang, wah paling ujungnya ntar nangis lagi. Lalu, apakah salah jika kita menangis untuk limpahan cinta yang tiada terkira ? Salahkah jika air mata kita kita tujukan kepada bidadari yang membuat kita seperti sekarang ini ?

Renungan sore
Jakarta, 27 desember 2015
17.43 WIB

Senin, 21 Desember 2015

Sang Maha Cinta

Air mataku menetes perlahan,
Mengingat betapa jauhnya aku denganMu ..

Semakin deras airmataku,
Mengingat betapa aku menduakanMu ..

Aku kian tergugu,
Mengingat betapa Engkau Mencintaiku..
Kau tarik aku dari dunia ini,
Dari kecintaan yang fana di dunia ..
Betapa Sayangnya Engkau kepadaku ..
Tak rela jika aku jatuh di dunia yang sekadar fatamorgana ..

Wahai Engkau Sang Maha Cinta ..
Jatuh cintakanlah Aku kepadamu sejatuh jatuhnya ...
Agar sepenuh hati dan jiwa ini, aku bisa merasa milikMu ...

Wahai Engkau Sang Maha Cinta ..
Biarlah air mata ini beku, biarkan aku menangisi cintaMu ...

Terima kasih Cintaku, Engkau bawa aku kembali kepadaMu ...

Jakarta, 21 desember 2015
19.15

Selasa, 06 Oktober 2015

semangat pagi ^_^

Semangat pagi semuaa..
bagaimana rasanya bangun lagi untuk yangkesekian kalinya?
bagaimana rasanya di kasih kesempatan lagi pagi ini ?
ga ada rasanya? biasa aja ?
hmm ....
atau bagaimana ?
kalau rasanya biasa aja, yuk mari baca selanjutnya ?
-
-
-
-
kalau rasanya biasa aja, horor banget, kenapa ?
karena bukan kita lagi yang memiliki diri kita.
tapi pekerjaan dan rutinitas kita.
bukan lagi kita yang memiliki kehidupan, tapi.. kehidupan yang memiliki kita .,
rugi gak ?
rugi dong
rugi bangetzz
makanyaa, yuk mari kita lihat ke cermin, dan lihat kita sendiri, bagaimana kita sebenarnya..
ketika kita merasa biasa saja, itu bukanlah kita lgi, karena kita sama saja kaya boneka, robot, ga ada warna warna kehidupannya ..
jadi, mari melihat lagi, yang mungkin sudah lama ga nengok hati kita, masih baikkah? masih bersihkah?
atau mungkin berdebu ..
yuk, bersihin tiap hari.. yang ga dihuni aja kotor kan, apalagi kalo dihuni ..
selamat bersih-bersih guys ..

Senin, 27 April 2015

PETUAH



Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan dari malam. SESUNGGUHNYA PERBUATAN-PERBUATAN YANG BAIK ITU MENGHAPUSKAN (DOSA) PERBUATAN-PERBUATAN YANG BURUK. ITULAH PERINGATAN BAGI ORANG-ORANG YANG INGAT.

 QS HUD ~ 114

Jumat, 10 April 2015

HIDUP dan BASKET

biasanya, banyak orang yang bilang begini, hidup itu kayak main bola, kita pemainnya dan orang lain penontonnya. tapi karena sepak bola udah terlalu mainstream jadi sekarang saya pake basket deh hehe

yak benar sekali, ....
apa coba? hehe
ya benar,
hidup kita itu bisa di analogikan kaya main basket. kita pemainnya. orang lain penontonnya.
akan banyak sekali teriakan dari penonton untuk kita. baik dan buruk. tentu saja.
kenapa? karena tidak semua penonton ada di pihak kita. karena tidak semua penonton setuju dengan langkah yang kita buat.
memang perlu kita dengarkan, tapi jangan terlalu dipikirkan. kenapa ?
karena teriakan mereka tak akan membuat ring lawan tiba-tiba dekat dengan kita. angaplah ring lawan adalah tujuan kita. komentar orang disekitar tak akan membuat tujuan kita tiba-tiba dekat. kita tetap harus berusaha untuk mengejarnya. tul kan ?
teriakan penonton juga tidak akan membuat bola tetap ada di tangan kecuali kalau kita pertahankan.
teriakan penonton juga tidak akan membuat ring tiba-tiba pindah saat lawan mau masukin bola. ya kan ??
gitu.. sebanyak apapun orang yang mendukung kita, tetap saja kita harus maju sendiri menjemput tujuan kita. tapi ya tetap dengan aturan yang berlaku. kalau ga kita bisa fault dan kawan2 hehe
semoga analogi ini masuk akal dan bermanfaat. terima kasih :)
thanks for coming ^_^

Senin, 06 April 2015

transformasi diri

kenapa kita dilarang berlama-lama dalam kedengkian dan kebencian?
karena khawatir ajal menjemput lalu kita mati membawa itu semua.
~~~~~~~jefri al bukhori~~~~~~~

bismillahirohmanirrohim, dengan membaca bismilah mari kita lepaskan semua benci dan dengki yang kita punya, sekecil apapun ..
dan, tulisan ini, semoga menjadi tanda dan pengingatnya, aamiin
bogor, 06 April 2015, 10.52 WIB

Senin, 16 Maret 2015

SUDUT PANDANG




Pernah gak bawa sebuah benda yang gede, yang ga bisa kita bawa sendiri, yang harus di bawa bareng-bareng? Pasti pernah kan? Ya misalnya, gotong royong mindahin meja, papan tulis dan teman-temannya. Terus gimana cara kalian bawanya? Ehm,  pasti susah kan, apalagi yang bendanya besar dan lebar jadinya kita ga bisa liat jalan gara-gara ketutupan benda yang kita bawa. Terus pasti yang di bawa di bagian belakang bakal ngomel ke bagian yang depan, “eh kasih tau dong kalau ada tangga!!”, atau, “woy, pelan dong!!”, gitu. Nah yang depan juga biasanya ngomel juga tuh, “woy, angkat bro, jangan di dorong!!, berat tau!”. Yang pernah gitu boleh senyum deh, gratis hehe.
Hal yang kaya gitu adalah hal yang sederhana dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, dan, sadarkah kita bahwa hal tersebut adalah kunci keharmonisan kehidupan? | masa sih? |iya kok|yakin?|yakiinn hhe
Jadi, apa yang bisa kita pelajari?
Seringkali kita hanya mengeluhkan permasalahan kita dengan hanya melihat posisi kita, bahkan jarang sekali kita bisa melihat posisi orang lain yang lebih sulit daripada kita. Yang penting adalah kita sendiri. padahal sebenarnya kita berada di pihak yang sama, namun dengan sedikit perbedaan sudut pandang, maka akan terlihat berbeda. Padahal, sebenarnya semuanya benar dengan sudut pandang  masing-masing.
Dalam kehidupan juga seperti itu, kadang kita berpikir begini tentang orang lain, dan orang lain itu berpikir begitu tentang kita. Ayo cobalah untuk melihat posisi dan sudut pandang sehingga apa yang kita lakukan tidak menjadikan orang lain salah sangka dsbg.
Mari belajar. Khoirrulinnas anfa’uhum linnas :]

Selasa, 10 Februari 2015

ADA UDANG DI BALIK BAKWAN

Tidak semuanya itu tampak seperti sebenarnya. jadi, jangan langsung mberpikir yang jelek, berikut saya bagi sedikit cerita, semoga bermanfaat ..



Suatu hari, ada dua malaikat yang menyamar menjadi manusia dan berkunjung mendatangi sebuah keluarga kaya raya yang kikir, mereka menyamar menjadi musafir dan meminta tolong agar bisa tinggal semalam di rumah tersebut. meskipun enggan, namun orang kaya tersebut kemudian mengijinkan malaikat tersebut untuk menginap. Di rumah yang megah tersebut mereka tidak diperlakukan secara layak. Tidak disuguhi makan dan minuman dan bahkan untuk tempat tidurnya adalah rumah bekas kandang. “kamar” tersebut sangat tidak layak untuk disebut kamar. Temboknya pun retak. Melihat tembok retak tersebut, malaikat pertama kemudian membantu menambal tembok tersebut sehingga membuat malaikat kedua menjadi terheran-heran.
“wahai malaikat, kenapa kau membantu menambal tembok orang yang kaya namun kikir ini?” tanya malaikat pertama..
Malaikat kedua tersenyum dan menjawab, “diamlah, nanti kamu akan tahu jawabannya kenapa aku melakukannya, sesungguhnya Alloh-lah yang Maha Tahu”.
Malam selanjutnya, kedua malaikat tersebut mengunjungi orang miskin yang baik hati. Mereka berdua meminta ijin agar bisa menginap di rumah tersebut. Didalam rumah tersebut, mereka dilayani dengan baik. Meskipun makanan yang ada tinggal sedikit, namun mereka tetap diajak makan bersama. Dan merekapun diberikan kamar yang terbaik yang mereka punyai. Namun pada pagi harinya ternyata malaikat yang pertama membunuh satu-satunya hewan peliharaan keluarga miskin tersebut. malaikat kedua semakin bertambah heran.
“wahai saudaraku malaikat, kenapa kamu mencabut nyawa hewan satu-satunya yang mereka punya?, bisakah kau jelaskan setiap tindakanmu itu?” tanya malaikat kedua.
“ya baiklah, akan aku jelaskan. Pertama kenapa aku mencabut satu-satunya hewan di rumah miskin itu, karena sebenarnya sang istrinyalah yang sesungguhnya akan mati, namun aku menggantikannya dengan hewan peliharaannya. Kemudian kenapa aku menambal tembok si orang kaya? Karena aku melihat ada emas yang banyak pada retakan tembok tersebut, sehingga aku menambalnya agar tidak diketahui oleh si orang kaya yang kikir tadi”. Jawab malaikat pertama.
Saudaraku, pelajaran yang dapat kita ambil adalah, segala sesuatu di dalam kehidupan ini pasti memiliki makna. Tidak hanya seperti tampak luarnya saja. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan kita ini. Pepatah mengatakan dont judge book by its cover. Itu berlaku juga untuk kehidupan.
Apa yang Alloh berikan kepada kita, apa yang orang lain lakukan kepada kita, apapun bentuknya, pasti ada tujuannya. Berkhusnudzon-lah.. kenapa? Karena Alloh berfirman “AKU sesuai dengan prasangka hambaKU” , oleh karenanya, berprasangka baiklah. Buatlah frame yang baik untuk setiap potong kehidupan kita, bingkailah setiap moment yang ada dengan khusnudzon dan kemudian gantungkanlah frame itu pada Alloh. Biar DIA yang mengeksekusi setiap permintaan kita. Karena memang hanya DIA yang tahu yang terbaik untuk kita.
Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam bishowab..

In the rain. Rain City. 10 Februari 2015. 07.21 WIB

Kamis, 30 Oktober 2014

Nilai yang Tersembunyi



Nilai yang Tersembunyi



Pernah merasa gembira ?
Atau senang?
Pernah merasa sedih ?
Atau susah ?
Atau kecewa?
Pernah berharap?
Pernah dikhianati?
Pernah dibohongi?
Rasanya semua orang pernah mengalami beraneka rasa itu. Tapi pernahkan kita berpikir bahwa itu adalah benar-benar rasa-nya ??
Sedih menurut kita, belum tentu itu benar-benar merupakan kesedihan. Senang atau bahagia menurut kita, belum tentu itu benar-benar bahagia. Kecewa menurut kita, belum tentu itu benar-benar mengecewakan.
Ketika kamu dikecewakan seseorang atau suatu hal, mungkin saja itu karena Alloh mau ngasih seseorang atau sesuatu yang lebih baik. Atau yang mengecewakan itu memang tidak baik untuk kita. Ehm gimana ya, gampangnya begini, ada cerita nyata nih. Jadi suatu hari ada seseorang yang sakit telinganya setelah ada pelatihan diving.  Nah terus telinganya jadi sakit dan mengeluarkan cairan. Pendengarannya berkurang, dan jadi sering migrain. Nah diperiksakan ke dokter, tapi sama dokternya dirujuk ke rumah sakit. Nah sampai rumah sakit, sama dokter THT-nya diperiksa, ternyata gendang telinganya sobek, dan orang tersebut dilarang berenang dan diving selama 3 bulan. Pokoknya telinganya dilarang terkena air selama 3 bulan. Si orang sedih banget. Karena orang tersebut  sangat interest  dengan diving. Nah, sedih banget kan? Tapi larangan itu, kesedihan itu, tidak benar-benar menyedihkan. Kenapa ? ya karena itu dilakukan agar telinganya cepat sembuh.   Jadi ya guys, kalau senang atau sedih, dipikir-pikir dulu, siapa tahu, (eh beneran ding hehe) ada yang lebih baik, ada nilai, ada hikmah dibalik semua itu. Sedih jangan terlalu sedih, senang jangan terlalu senang.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami Menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah Mudah bagi Alloh. (Kami Jelaskan demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Alloh tidak Menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri,” (Qs Al Hadiid 22-23)

Intinya sih selalu berpikiran positiv, khusnudzon. Berprasangka yang baik-baik aja. Tau kan Alloh itu sesuai dengan prasangka hambanya, makanya jangan berprasangka yang jelek2, kalau ga mau jelek beneran hehe
Oke, thats all. Lebih banyak nasehat buat aku sendiri sih, tapi kalau tulisan ini juga bermanfaat untuk pembaca sekalian, ya alhamdulillah .
Oke, sampai jumpa di surga ya , jangan mau masuk neraka, selagi masih bisa merubah arah jalan ke surga, jangan mau ke neraka. Okeh ! hehe